BLOG KULIAH

Category
  • Home
  • algoritma genetika
    • materi
      • bab 1
      • bab 5
      • bab 10
      • uts
  • PRAKTIKUM
    • ELEKTRONIKA DAN SISTEM DIGITAL
      • Modul 1
      • Modul 2
      • Modul 3
      • Modul 4
    • MIKROPROSESOR DAN KONTROLER
      • Modul 1
      • Modul 2
      • Modul 3
      • Modul 4
  • METOPEL
    • Tabulasi
    • Draft Poposal

Selasa, 26 Februari 2019

Laporan Akhir Modul 2 Percobaan 5

Written by Praktikum Elektronika Digital   Februari 26, 2019



Laporan Akhir Modul 2 Percobaan 5

[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA]

DAFTAR ISI


1. Jurnal
2. Hardware
3. Video Praktikum
4. Analisa
5. Link Download
Percobaan 5 Decoder BCD Seven Segment


1.Jurnal [kembali]


2.Hardware [kembali]







3.Video Praktikum [kembali]







4.Analisa [kembali]

     Prinsip kerja rangkaian adalah dengan menggunakan IC 7447 yang merupakan decoder BCD ke seven segment yang berfungsi untuk menyalakan seven segment common anoda. Decoder BCD ke seven segment digunakan untuk menerima masukan BCD 4-bit dan memberikan keluaran yang melewatkan arus melalui segmen untuk menampilkan angka desimal. Pada seven segment ini sinyal yang masuk akan menjadi sinyal logika seperti bilangan biner untuk mengendalikan tampilan seven segment. Rangkaian dibuat dengan menggunakan IC 7447 dengan common anoda. Pada common anoda, semua anoda dari LED seven segment disatukan secara paralel dan dihubungkan dengan VCC sehingga akan berada pada kondisi aktif low (led akan menyala atau aktif apabila diberi logika 0), sedangkan  pada common catoda dihubungkan dengan ground sehingga akan berada pada kondisi aktif high (led akan menyala atau aktif apabila diberi logika 1).

  Konfigurasi Pin IC Dekoder BCD Ke 7 Segmen 7447
1.      Jalur input data BCD, pin input ini terdiri dari 4 line input yang mewakili 4 bit data BCD dengan sebutan jalur input A, B, C  dan D.
2.      Jalur ouput 7 segmen, pin output ini berfungsi untuk mendistribusikan data pengkodean ke penampil 7 segmen. Pin output dekoder BCD ke 7 segmen ini ada 7 pin yang masing-masing diberi nama a, b, c, d, e, f dan g.
3.      Jalur LT (Lamp Test) yang berfunsi untuk menyalakan semua led pada penampil 7 segmen, jalur LT akan aktif pad saat diberikan logika LOW pad jalut LT tersebut.
4.      Jalur RBI (Riple Blanking Input) yang berfungsi untuk menahan sinyal input (disable input), jalur RBI akan aktif bila diberikan logika LOW.
5.      Jalur RBO (Riple blanking Output) yang berfungsi untuk menahan data output ke penampil 7 segmen (disable output), jalur RBO ini akan aktif pada sat diberikan logika LOW.


    Prinsip kerja dari seven segment adalah inputan bilangan biner pada switch dikonversi masuk kedalam decoder, baru kemudian decoder mengkonversi bilangan biner tersebut ke dalam bilangan desimal, yang mana bilangan desimal ini akan ditampilkan pada layar-layar seven segmen. Fungsi dari decoder adalah sebagai pengkonversi bilangan biner ke dalam bilangan desimal. Sinyal input dari switches tidak dapat langsung dikirimkan ke peraga 7 segmen, sehingga harus menggunakan decoder BCD (Binary Code Decimal) ke 7 segmen sebagai antar muka. Decoder ini terdiri dari gerbang-gerbang logika yang masukannya berupa digit BCD dan keluarannya berupa saluran - saluran untuk mengatur tampilan 7 segmen. Dalam pembacaan hasil dari seven segmen tersebut dapat kita ambil 4 biner terakhir setelah itu dibalik, contohnya 1000 maka sebenarnya itu adalah 0001 yaitu nilainya adalah 1.  Jalur input data BCD, pin input ini terdiri dari 4 line input yang mewakili 4 bit data BCD  dengan sebutan jalur input A, B, C  dan D. Jalur output 7 segmen, pin output ini berfungsi untuk mendistribusikan data pengkodean ke penampil 7 segmen. Pin output dekoder BCD ke 7 segmen ini ada 7 pin yang masing-masing diberi nama a, b, c, d, e, f dan g. Nilai-nilai yang diinputkan merupakan bilangan biner (yang pembacaan inputannya dibalik, contohnya inputannya 0100 maka pembacaannya yaitu 0010) yang akan diterjemahkan ke bilangan desimal, yang ditampilkan pada 7 segment. cara mengkonversi bilangan biner ke desimal adalah dengan mengalikan satu-satu bilangan dengan 2 (basis biner) pangkat 0 atau 1 atau 2 dst, hasil yang terjemahannya yaitu :
5.Link Download[kembali]
A. Video Praktikum     Download

B. HTML                        Download
Category :

Laporan Akhir Modul 2 Percobaan 1

Written by Praktikum Elektronika Digital   Februari 26, 2019

Laporan Akhir Modul 2 Percobaan 1

[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA]

DAFTAR ISI


1. Jurnal
2. Hardware
3. Video Praktikum
4. Analisa
5. Link Download
Percobaan 1 Asynchronous Binary Counter 4 Bit dengan 4 J-K flip-flop


1.Jurnal [kembali]





2.Hardware [kembali]






3.Video Praktikum [kembali]







4.Analisa [kembali]


a. Analisa pengaruh clock pada rangkaian percobaan       
      Pengaruh clock pada rangkaian adalah untuk membedakan jumlah power/bit yang memasuki rangkaian, karena clock itu sendiri merupakan suatu pulsa-pulsa periodik yang berbentuk bujur sangkar, clock digunakan pada flip flop untuk mengubah keadaan pada salah satu sisi naik atau turun dari pulsa clock. Pada Asynchronous Counter fungsi clock adalah untuk mentrigger SR Flip-flop 1, apabila mendapati  sinyal sebelumnya adalah 1 dan setelahnya 0 maka clock akan masuk ke flip-flop selanjutnya begitu seterusnya sehingga membentuk pola menyerupai urutan secara biner.

       Pada percobaan yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa pada saat clock aktif maka setiap 1 bit nilai dari logikanya juga akan berubah, pada H0 nilai dari logika akan berubah setiap 2 bit dan pada H1 nilai dari logika nya akan berubah setiap 4 bit, pada H2 nilaid dari logika akan berubah setiap 8 bit dan pada H3 nilai dari logikanya akan berubah setiap 16 bit.

b. Analisa Output dan Tabel Kebenaran JK flipflop.
     Pada percobaan ini diperoleh data berupa hidup matinya LED secara berurutan yang apabila dibaca, menyerupai urutan biner.
Saat dijalankan, H0, H1, H2, H3 hidup mati secara berpola seperti susunan biner. yang saat disusun secara runtut menjadi bilangan biner yang semakin menaik (counter up).
*D3 adalah H0, D2 adalah H1, D1 adalah H2, D0, adalah H3.
Dari data ini dapat disimpulkan bahwa data yang praktikan dapatkan akurat, dan sama dengan yang ada di tabel.

    Berdasarkan bentuk timing yang terdapat pada jurnal, untuk output Q yang pertama dipacu oleh nilai pulsa clock. setelah itu untuk output Q berikutnya dari flipflop 1 menjadi clock untuk flipflop 2, Q flipflop 2 menjadi clock untuk flipflop 3, Perubahan di masing-masing cock flipflop sebelumnya menyebabkan flipflop sesudahnya berganti kondisi (toogle) sehingga input di J dan K masing-masing flipflop diberi nilai 1. Setelah 1 periode urutan telah selesai hingga decimal 15, maka urutan akan dimulai dari awal, atau bisa dengan reset.

Di tabel kebenaran JK flipflop, pada saat JK bernilai 0, Q tetap pada nilai terakhirnya, pada saat J rendah, K tinggi, gerbang atas tertutup, maka tidak ada kemungkinan untuk mengeset flipflop. Saat Q tinggi, gerbang bawah melewatkan pemicu reset setelah pulsa berikutnya tiba. Hal ini mendorong Q menjadi rendah. Oleh karenanya J=0, K=1 berarti pulsa berikutnya akan mereset flipflopnya. Pada saat J tinggi dan K rendah, gerbang bawah (pin reset) tertutup, dan pada saat J dan K keduanya tinggi, set atau reset dapat dilakukan.
5.Link Download[kembali]
A. Video Praktikum     Download

B. HTML                        Download
Category :

Senin, 25 Februari 2019

Tugas Pendahuluan Modul 2 Praktikum ESD

Written by Praktikum Elektronika Digital   Februari 25, 2019

[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA]

DAFTAR ISI
1. Kondisi
2. Gambar Rangkaian Simulasi
3. Video Simulasi
4. Prinsip Kerja Rangkaian
5. Link Download



1. Kondisi [Kembali]

Kondisi yang digunakan pada tugas pendahuluan ini adalah percobaan 2 kondisi 4.

Buatlah rangkaian seperti gambar percobaan 2, ganti Probe dengan LED biasa dan seven common  anoda segment dalam satu rangkaian.


2. Gambar Rangkaian Simulasi [Kembali]







3. Video Simulasi [Kembali]



4. Prinsip Kerja Rangkaian [Kembali]

  Pada rangkaian ini menggunakan 4 buah Ic yaitu 74LS47N,74LS90N dan 7493N yang disusun secara paralel sehingga membentuk rangkaian counter Syncronous. Di awal rangkaian input yang dipakai berupa VCC sebesar 5v dan memakai 6 saklar SPDT yang nantinya akan menjadi input bagi kaki-kaki IC 74LS90N dan 7493N. IC 74LS90 adalah counter sederhana, yakni dapat menghitung atau mencacah bit dari 0 sampai 9 yakni dari 0000, 0001, 0010, 0011, 0100, 0101, 0110, 0111, 1000, sampai 1001. Ia menghitung pulsa input dan output diterima sebagai bilangan biner 4-bit melalui pin Q A, Q B, Q C dan Q D. Output biner di-reset ke 0000 pada setiap pulsa kesepuluh dan hitungan dimulai dari 0 lagi. IC ini bekerja apabila diberi clock pada kaki IC 14, dan di beri tegangan sebesar 5V Pada ouput dari kedua IC tersebut terhubung dengan LED sebagai indikator berupa 1(on) atau 0(off) dan   menjadi input  pada IC 74LS47N .
   Dekoder driver 74LS47 merupakan IC TTL yang mempunyai input 4 bit yaitu A, B, C, dan D serta 3 input ekstra RBI, RBO, LT. Ketiga input ekstra tersebut diaktifkan oleh suatu level rendah. Bilangan BCD tersebut dikodekan sehingga membentuk kode seven segmen yang akan menyalakan ruas-ruas yang sesuai pada peraga LED di dalamnya.
Input lamp test (LT) akan menyalakan setiap segmen untuk melihat apakah segmen-segmen tersebut beroperasi. Selanjutnya Ripple Blanking Input RBI akan mematikan semua segmen bila rangkaian diaktifkan. Berikut ini adalah bentuk tampilan yang bisa ditampilkan oleh display seven segmen :
Gambar Bentuk Tampilan 7 segmen
Dari gambar diatas bisa diketahui bahwa hanya sebagian kecil saja dari karakter yang dapat ditampilkan oleh display 7 segmen. Cara mendapatkan bentuk tampilan seperti pada gambar diatas diketahui dari table kebenaran dekoder 74LS47 berikut :
Table Table Kebenaran dari Dekoder 74LS47
pada konfigurasi pin IC 7447 yaitu masukan (lamp test), masukan (blanking input/ripple blanking output), dan (ripple blanking input). 
LT' , Lamp Test, berfungsi untuk mengeset display, bila diberi logika ‘0’ maka semua keluaran dari IC ini akan berlogika 0. Sehingga seven segment akan menunjukkan angka delapan (8). 
BI'/RBO' , Blanking Input/Row Blanking Output, berfungsi untuk mematikan keluaran dari IC. Bila diberi logika “0” maka semua keluaran IC akan berlogika “1” dan seven segment akan mati.
RBI' , Row Blanking Input, berfungsi untuk mematikan keluaran dari IC jika semua input berlogika “0”. Bila diberi logika “0”, diberi logika “1” dan diberi logika “0” maka semua keluaran IC akan berlogika “1” dan seven segment akan mati.

5. Link Download [Kembali] 

File HTML - Download

File Rangkaian Simulasi - Download

Video Simulasi Rangkaian - Download

Category :

Modul 2 Praktikum ESD

Written by Praktikum Elektronika Digital   Februari 25, 2019

Modul 2 Elektronika dan Sistem Digital



[KEMBALI KE HALAMAN AWAL]
DAFTAR ISI
1. Tujuan
2. Alat Dan Bahan
3. Dasar Teori
4. Percobaan

Percobaan
A. Tugas Pendahuluan
B. Laporan Akhir (Percobaan 1)
C. Laporan Akhir (Percobaan 5)



Modul 2

COUNTER, SHIFT REGISTER
DAN SEVEN SEGMENT


  1. Tujuan  [kembali]



  1. Merangkai dan Menguji operasi logika dari counter asyncron dan counter syncronous
  2. Merangkai dan Menguji aplikasi dari sebuah Counter
  3. Merangkai dan Menguji Shift Register dan Seven Segment

  2. Alat dan Bahan  [kembali]


  1. Panel DL 2203D 
  2. Panel DL 2203C 
  3. Panel DL 2203S 
  4. Jumper


  3. Dasar Teori [kembali]
      
COUNTER
Counter adalah sebuah rangkaian sekuensial yang mengeluarkan urutan statestate tertentu, yang merupakan aplikasi dari pulsa-pulsa inputnya. Pulsa input dapat berupa pulsa clock atau pulsa yang dibangkitkan oleh sumber eksternal dan muncul pada interval waktu tertentu. Counter banyak digunakan pada peralatan yang berhubungan dengan teknologi digital, biasanya untuk menghitung jumlah kemunculan sebuah o kejadian/event atau untuk menghitung pembangkit waktu. Counter yang mengeluarkan urutan biner dinamakan Biner Counter. Sebuah n-bit binary counter terdiri dari n buah flip-flop, dapat menghitung dari 0 sampai 2n - 1 . Counter secara umum diklasifikasikan atas counter asyncron dan counter syncronous.

a. Counter Asyncronous
Counter Asyncronous disebut juga Ripple Through Counter atau Counter Serial (Serial Counter), karena output masing-masing flip-flop yang digunakan akan bergulingan (berubah kondisi dan “0” ke “1”) dan sebaliknya secara berurutan atau langkah demi langkah, hal ini disebabkan karena hanya flipflop yang paling ujung saja yang dikendalikan oleh sinyal clock, sedangkan sinyal clock untuk flip-flop lainnya diambilkan dan masing-masing flipflop sebelumnya.







b. Counter Syncronous

Counter syncronous disebut sebagai Counter parallel, output flip-flop yang digunakan bergulingan secara serempak. Hal mi disebabkan karena masingmasing flip- flop tersebut dikendalikan secara serempak oleh sinyal clock.


Shift register

 Register geser (shift register) merupakan salah satu piranti fungsional yang banyak digunakan dalam sistem digital. Tampilan pada layar kalkulator dimana angka bergeser ke kiri setiap kali ada angka baru yang diinputkan menggambarkan karakteristik register geser tersebut. Register geser ini terbangun dari flip-flop. Register geser dapat digunakan sebagai memori sementara, dan data yang tersimpan didalamnya dapat digeser ke kiri atau ke kanan. Register geser juga dapat digunakan untuk mengubah data seri ke paralel atau data paralel ke seri. Ada empat tipe register yang dapat dirancang dengan kombinasi masukan dan keluaran dan kombinasi serial atau paralel :

1. Serial in serial out (SISO)

Pada register SISO, jalur masuk data berjumlah satu dan jalur keluaran juga berjumlah satu. Pada jenis register ini data mengalami pergeseran, flip flop pertama menerima masukan dari input, sedangkan flip flop kedua menerima masukan dari flip flop pertama dan seterusnya.

2. Serial in paralel out (SIPO)
Register SIPO, mempunyai satu saluran masukan saluran keluaran sejumlah flip flop yang menyusunnya. Data masuk satu per satu (secara serial) dan dikeluarkan secara serentak.Pengeluaran data dikendalikan oleh sebuah sinyal kontrol. Selama sinyal kontrol tidak diberikan, data akan tetap tersimpan dalam register.
3. Paralel In serial Out (PISO)
Register PISO, mempunyai jalur masukan sejumlah flip flop yang menyusunnya, dan hanya mempunyai satu jalur keluaran. Data masuk ke dalam register secara serentak dengan di kendalikan sinyal kontrol, sedangkan data keluar satu per satu (secara serial).
4. Paralel In Paralel Out (PIPO)
Register PIPO, mempunyai jalur masukan dan keluaran sesuai dengan jumlah flip flop yang menyusunnya. Pada jenis ini data masuk dan keluar secara serentak.


Seven segment

Piranti tampilan modern disusun sebagai pola 7-segmen atau dot matriks.Jenis 7-segmen, sebagaimana namanya, menggunakan pola tujuh batang yang disusun membentuk angka 8 seperti ditunjukkan pada gambar 3.1.Menurut kesepakatan, huruf-huruf yang diperlihatkan dalam Gambar 3.1 ditetapkan untuk menandai segmen-segmen tersebut. Dengan menyalakan beberapa segmen yang sesuai akan dapat diperagakan digit-digit dari 0 sampai 9, juga bentuk huruf A sampai F (dimodifikasi).



Sinyal input dari switches tidak dapat langsung dikirimkan ke peraga 7-segmen, sehingga harus menggunakan decoder BCD ke 7-segmen sebagai antar muka. Decoder ini terdiri dari gerbang-gerbang logika yang masukannya berupa digit BCD dan keluarannya berupa saluran-saluran untuk mengemudikan tampilan 7-segmen.

Category :

Selasa, 12 Februari 2019

Laporan Akhir Modul 1 Percobaan 2

Written by Praktikum Elektronika Digital   Februari 12, 2019

Laporan Akhir Modul 1 Percobaan 2

[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA]

DAFTAR ISI


1. Jurnal
2. Hardware
3. Video Praktikum
4. Analisa
5. Link Download

Percobaan 2 Aljabar Boelean


1.Jurnal [kembali]




2.Hardware [kembali]






3.Video Praktikum [kembali]









4.Analisa [kembali]





Menggunakan rangkaian di atas untuk mencari manual hasil H1 dan H2


INPUT OUPUT
D C B A H1 H2
0 0 0 0 0 0
0 0 0 1 0 0
0 0 1 0 1 1
0 0 1 1 1 1
0 1 0 0 0 0
0 1 0 1 0 0

Kondisi 1
   H1 è  gerbang XOR ouputnya=0 karena inpunya sama yaitu 0 0, lalu gerbang AND ouputnya=0 dengan input 0 1 0, selanjutnya ouput gerbang XOR dan AND menjadi input gerbang OR yaitu 0 0 maka ouputnya =0 (di dalam modul bernilai 1)
   H2 è  gerbang XOR ouputnya=0 karena inpunya sama yaitu 0 0, lalu gerbang AND ouputnya=0 dengan input 0 0 1, selanjutnya ouput gerbang XOR dan AND menjadi input gerbang OR yaitu 0 0 maka ouputnya =0
Kondisi 2
   H1 è  gerbang XOR ouputnya=0 karena inpunya sama yaitu 0 0, lalu gerbang AND ouputnya=0 dengan input 1 0 0, selanjutnya ouput gerbang XOR dan AND menjadi input gerbang OR yaitu 0 0 maka ouputnya =0 (di dalam modul bernilai 1)
   H2 è  gerbang XOR ouputnya=0 karena inpunya sama yaitu 0 0, lalu gerbang AND ouputnya=0 dengan input 0 0 1, selanjutnya ouput gerbang XOR dan AND menjadi input gerbang OR yaitu 0 0 maka ouputnya =0
Kondisi 3
   H1 è  gerbang XOR ouputnya=1 karena inpunya beda yaitu 1 0, lalu gerbang AND ouputnya=0 dengan input 0 1 0, selanjutnya ouput gerbang XOR dan AND menjadi input gerbang OR yaitu 1 0 maka ouputnya =1 (di dalam modul bernilai 0)
   H2 è  gerbang XOR ouputnya=1 karena inpunya beda yaitu 1 0, lalu gerbang AND ouputnya=0 dengan input 0 1 1, selanjutnya ouput gerbang XOR dan AND menjadi input gerbang OR yaitu 1 0 maka ouputnya =1
Kondisi 4
   H1 è  gerbang XOR ouputnya=1 karena inpunya beda yaitu 1 0, lalu gerbang AND ouputnya=0 dengan input 1 1 0, selanjutnya ouput gerbang XOR dan AND menjadi input gerbang OR yaitu 1 0 maka ouputnya =1 (di dalam modul bernilai 0)
   H2 è  gerbang XOR ouputnya=1 karena inpunya beda yaitu 1 0, lalu gerbang AND ouputnya=1 dengan input 1 1 1, selanjutnya ouput gerbang XOR dan AND menjadi input gerbang OR yaitu 1 1 maka ouputnya =1
Kondisi 5
   H1 è  gerbang XOR ouputnya=0 karena inpunya sama yaitu 0 0, lalu gerbang AND ouputnya=0 dengan input 0 0 0, selanjutnya ouput gerbang XOR dan AND menjadi input gerbang OR yaitu 0 0 maka ouputnya =0 (di dalam modul bernilai 1)
   H2 è  gerbang XOR ouputnya=0 karena inpunya sama yaitu 0 0, lalu gerbang AND ouputnya=0 dengan input 0 0 0, selanjutnya ouput gerbang XOR dan AND menjadi input gerbang OR yaitu 0 0 maka ouputnya =0
Kondisi 6
   H1 è  gerbang XOR ouputnya=0 karena inpunya sama yaitu 0 0, lalu gerbang AND ouputnya=0 dengan input 0 0 0, selanjutnya ouput gerbang XOR dan AND menjadi input gerbang OR yaitu 0 0 maka ouputnya =0 (di dalam modul bernilai 1)
   H2 è  gerbang XOR ouputnya=0 karena inpunya sama yaitu 0 0, lalu gerbang AND ouputnya=0 dengan input 1 0 0, selanjutnya ouput gerbang XOR dan AND menjadi input gerbang OR yaitu 0 0 maka ouputnya =0
Terjadinya perbedaan saat mencari manual dengan yang ada di modul disebkan oleh kesalahan praktikan saat merangkai alat yang mana sambungan dari input atau ouput di salah satu gerbang tidak erat atau longgar sehingga hasil yang didapat tidak sesuai



5.Link Download[kembali]
A. Video Praktikum     Download

B. HTML                        Download
Category :
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Popular Posts

  • Laporan Akhir Modul 2 Percobaan 1
    Laporan Akhir Modul 2 Percobaan 1 [KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Jurnal 2. Hardware 3. Video Prakti...
  • Laporan Akhir Modul 2 Percobaan 5
    Laporan Akhir Modul 2 Percobaan 5 [KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Jurnal 2. Hardware 3. Video Pr...
  • Laporan Akhir Modul 1 Percobaan 1
    Laporan Akhir Modul 1 Percobaan 1 [KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Jurnal 2. Hardware 3. Video Praktiku...
  • Laporan Akhir Modul 1 Percobaan 2
    Laporan Akhir Modul 1 Percobaan 2 [KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Jurnal 2. Hardware 3. Video Prakti...
  • Tugas Pendahuluan Modul 2
    [KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Kondisi 2. Gambar Rangkaian Simulasi 3. Flowchart 4. List Program 5. Video Si...
  • Vidio Tutorial Rangkian(Elektronika)
    TUTORIAL MENGGUNAKAN MULTISIM DAN PROTEUS 1.Multisim                 Silahkan mengunduh vidio di atas >>> Download 2.Prot...
  • Tugas Pendahuluan Modul 2 Praktikum ESD
    [KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Kondisi 2. Gambar Rangkaian Simulasi 3. Video Simulasi 4. Prinsip Kerja Rangkai...
  • TUGAS PENDAHULUAN MODUL 1 PRAKTIKUM ESD
    Tugas Pendahuluan Modul 1 [KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Kondisi 2. Gambar Rangkaian Simulasi 3. Video Si...
  • Laporan Akhir Modul 4 Percobaan 2
    Laporan Akhir Modul 4 Percobaan 2 [KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Jurnal 2. Hardware 3. Video Prakti...
  • Perangkat Lunak
    Teknologi Interface ( Perangkat Lunak) [KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Gambar 2. Prinsip Kerja 3. Li...

Category

  • Elektronika
  • Sensor

Archives

  • ►  2021 (6)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2020 (11)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (6)
  • ▼  2019 (36)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  September (11)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  April (8)
    • ▼  Februari (8)
      • Laporan Akhir Modul 2 Percobaan 5
      • Laporan Akhir Modul 2 Percobaan 1
      • Tugas Pendahuluan Modul 2 Praktikum ESD
      • Modul 2 Praktikum ESD
      • Laporan Akhir Modul 1 Percobaan 2
      • Laporan Akhir Modul 1 Percobaan 1
      • TUGAS PENDAHULUAN MODUL 1 PRAKTIKUM ESD
      • MODUL 1 PRAKTIKUM ESD
  • ►  2018 (10)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (4)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (4)
© Copyright 2018 BLOG KULIAH. WP Theme converted by Bloggertheme9 - Artworkdesign. - Artworkdesign. Powered by Blogger.