BLOG KULIAH

Category
  • Home
  • algoritma genetika
    • materi
      • bab 1
      • bab 5
      • bab 10
      • uts
  • PRAKTIKUM
    • ELEKTRONIKA DAN SISTEM DIGITAL
      • Modul 1
      • Modul 2
      • Modul 3
      • Modul 4
    • MIKROPROSESOR DAN KONTROLER
      • Modul 1
      • Modul 2
      • Modul 3
      • Modul 4
  • METOPEL
    • Tabulasi
    • Draft Poposal

Rabu, 17 April 2019

Laporan Akhir Modul 4 Percobaan 2

Written by Praktikum Elektronika Digital   April 17, 2019

Laporan Akhir Modul 4 Percobaan 2

[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA]

DAFTAR ISI


1. Jurnal
2. Hardware
3. Video Praktikum
4. Analisa
5. Link Download
Percobaan 2  Non-Inverting Amplifier Input DC


1.Jurnal [kembali]


2.Hardware [kembali]



3.Video Praktikum [kembali]




4.Analisa [kembali]

     Non Inverting Amplifier ( Penguat tak membalik) merupakan penguat sinyal dengan karakteristik dasat sinyal output yang dikuatkan memiliki fasa yang sama dengan sinyal input. Rangkain penguat tak-membalik ini dapat digunakan untuk memperkuat isyarat AC maupun DC dengan keluaran yang tetap sefase dengan sinyal inputnya. Pada percobaan ini mengamati bagaimana Vout dalam pengukuran dan Vout dalam perhitungan.Dalam percobaan digunakan Rf sebesar 35k Ω dan 70k Ω dengan Rin sebesar 10k â„¦ dan  tegangan input (Vin) seperti pada jurnal. Besarnya nilai Vout didapatkan dari rumus:

Pada rangkain inverting ini juga terdapat gain yang mana gain merupakan besarnya penguatan yang dihasilkan oleh op-amp. Besarnya Gain didapatkan dari rumus :


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiH35x-ittdOVToXdYdCSphxzzXzjKjS9TQ9cnvkFRky3c5SlP4hXWRrninBjGEJCbbRUa0CF3sB4Prn56_e0OKnZXJatNY8ku1BPvuNyy6J-krDsXasl129GGH8fJi0rNEzqJJdPPaa1qs/s1600/opamp9.gif
Gain berbanding lurus dengan Vout dan berbanding terbalik dengan Vin. Semakin besar nilai Vout dan nilai Vin semakin kecil, maka nilai dari Gain akan semakin besar. 

-Pengaruh perubahan nilai Rf  pada percobaan
     Pada percobaan terdapat 2 variasi Rf yaitu 35k Ω dan 70k Ω , dimana berdasarkan rumus maka semakin besar Rf dibanding Rin maka Vout yang dihasilkan akan semakin besar dan begitu juga sebaliknya. 
- Perbandingan Vout pengukuran dengan perhitungan


Dapat dilihat pada tabel di atas dimana Vout pada pengukuran dengan perhitungan ada yang berbeda jauh seperti pada Vin -3V dan 3V dimana hal ini disebabkan oleh batas penguatan yang bisa dicapai oleh amplifier yaitu dengan +Vsat=11,2V dan -Vmin=-9,7V sehingga penguatan tidak bisa mencapai seperti perhitungan yaitu 13V dan -13V

-Pada percobaan terdapat +V sat, -V sat, Vmax, dan -Vmin.
+Vsat yaitu nilai batasan maksimum untuk Vout, misalkan nilai dari +Vsat 11,02V maka Vout tidak bisa melebihi nilai dari +Vsat tersebut, apabila nilai Vout nya lebih besar maka akan di potong nilainya sesuai batasan maksimal yang telah ditentukan.
 -Vsat yaitu nilai batasan minimum bagi Vout.
Vmax yaitu tegangan input yang berada pada nilai maksimum disaat nilai tegangan keluar telah mencapai keadaan pada teganagn saturasi (+Vsat)
-Vmax yaitu tegangan input berada pada nilai minimum disaat nilai tegangan keluar telah mencapai keadaan pada tegangan saturasi (-Vsat).
      

5.Link Download[kembali]
A. Video Praktikum     Download

B. HTML                        Download
Category :

Laporan Akhir Modul 4 Percobaan 1

Written by Praktikum Elektronika Digital   April 17, 2019

Laporan Akhir Modul 4 Percobaan 1

[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA]

DAFTAR ISI


1. Jurnal
2. Hardware
3. Video Praktikum
4. Analisa
5. Link Download
Percobaan 1 Inverting Amplifier Input DC


1.Jurnal [kembali]


2.Hardware [kembali]




3.Video Praktikum [kembali]





4.Analisa [kembali]

     Rangkaian penguat inverting merupakan rangkaiaan elektronika yang berfungsi untuk memperkuat dan membalik polaritas sinyal masukan. Jadi, ada tanda minus pada rumus penguatannya. Pada percobaan ini mengamati bagaimana Vout dalam pengukuran dan Vout dalam perhitungan.Dalam percobaan digunakan Rf sebesar 35k Ω dan 70k Ω dengan Rin sebesar 10k â„¦ dan  tegangan input (Vin) seperti pada jurnal. Besarnya nilai Vout didapatkan dari rumus:




Pada rangkain inverting ini juga terdapat gain yang mana gain merupakan besarnya penguatan yang dihasilkan oleh op-amp. Besarnya Gain didapatkan dari rumus :


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiH35x-ittdOVToXdYdCSphxzzXzjKjS9TQ9cnvkFRky3c5SlP4hXWRrninBjGEJCbbRUa0CF3sB4Prn56_e0OKnZXJatNY8ku1BPvuNyy6J-krDsXasl129GGH8fJi0rNEzqJJdPPaa1qs/s1600/opamp9.gif
Gain berbanding lurus dengan Vout dan berbanding terbalik dengan Vin. Semakin besar nilai Vout dan nilai Vin semakin kecil, maka nilai dari Gain akan semakin besar. 

-Pengaruh perubahan nilai Rf  pada percobaan
     Pada percobaan terdapat 2 variasi Rf yaitu 35k Ω dan 70k Ω , dimana berdasarkan rumus maka semakin besar Rf dibanding Rin maka Vout yang dihasilkan akan semakin besar dan begitu juga sebaliknya. 
- Perbandingan Vout pengukuran dengan perhitungan

Dapat dilihat pada tabel di atas dimana Vout pada pengukuran dengan perhitungan tidak berbeda jauh dimana hal ini disebabkan penyetelan besar Rf dan Vin yang sedikit berlebih atau kurang pada praktikum sehingga dapat disimpulkan hasil pengukuran telah benar.

-Pada percobaan terdapat +V sat, -V sat, Vmax, dan -Vmin.
+Vsat yaitu nilai batasan maksimum untuk Vout, misalkan nilai dari +Vsat 11,16V maka Vout tidak bisa melebihi nilai dari +Vsat tersebut, apabila nilai Vout nya lebih besar maka akan di potong nilainya sesuai batasan maksimal yang telah ditentukan.
-Vsat yaitu nilai batasan minimum bagi Vout.
Vmax yaitu tegangan input yang berada pada nilai maksimum disaat nilai tegangan keluar telah mencapai keadaan pada teganagn saturasi (+Vsat)
-Vmax yaitu tegangan input berada pada nilai minimum disaat nilai tegangan keluar telah mencapai keadaan pada tegangan saturasi (-Vsat).

5.Link Download[kembali]
A. Video Praktikum     Download

B. HTML                        Download
Category :

Senin, 15 April 2019

Tugas Pendahuluan Modul 4

Written by Praktikum Elektronika Digital   April 15, 2019

[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA]

DAFTAR ISI
1. Kondisi
2. Gambar Rangkaian Simulasi
3. Video Simulasi
4. Prinsip Kerja Rangkaian
5. Link Download




1. Kondisi [Kembali]

Kondisi yang digunakan pada tugas pendahuluan ini adalah percobaan 2 kondisi 1 :

Rancanglah rangkaian Non-inverting amplifier sesuai pada percobaan dan ganti resistor dengan ukuran 2,2k ohm untuk R1 dan R2, atur tegangan input menjadi -3 V serta catatlah tegangan output yang dihasilkan.

2.Gambar Rangkaian Simulasi [Kembali]





3. Video Simulasi [Kembali]



4. Prinsip Kerja Rangkaian [Kembali]


   Non Inverting Amplifier ( Penguat tak membalik) merupakan penguat sinyal dengan karakteristik dasat sinyal output yang dikuatkan memiliki fasa yang sama dengan sinyal input. Rangkain penguat tak-membalik ini dapat digunakan untuk memperkuat isyarat AC maupun DC dengan keluaran yang tetap sefase dengan sinyal inputnya.
   Pada rangkaian digunakan non inverting amplifier dimana sumber masukan dihubungkan dengan kaki + amplifier dan resistor Rin dihubungkan ke kaki - amplifier dengan ouput resistor  Rf dibalikkan ke Rin. Pada rangkaian non inverting amplifier didapat dengan rumus :

Penguatan yang tergantung dari besarnya hambatan feedback dan hambatan input ,dengan inpit sebesar -3V output keluaran akan didapat 2x dari input yaitu -6V ,dimana dari rumus di atas Vout = (2,2k/2,2k +1) -3V   = (1+1) -3V = -6V. Batas penguatan pada amplifier dipengaruhi oleh tegangan referensi dimana penguatan tidak bisa melebihi tegangan referensi.

5. Link Download [Kembali] 

File HTML - Download

File Rangkaian Simulasi - Download

Video Simulasi Rangkaian - Download

Category :

Modul 4 Praktikum ESD

Written by Praktikum Elektronika Digital   April 15, 2019

Modul 4 Elektronika dan Sistem Digital



[KEMBALI KE HALAMAN AWAL]
DAFTAR ISI
1. Tujuan
2. Alat Dan Bahan
3. Dasar Teori
4. Percobaan

Percobaan
A. Tugas Pendahuluan
B. Laporan Akhir (Percobaan 1 )
C. Laporan Akhir (Percobaan 2 )



Modul 4

OP-AMP DAN PEMBANGKIT GELOMBANG ISYARAT


  1. Tujuan  [kembali]
  1. Merangkai dan menguji rangkaian inverting amplifier dan non inverting Amplifier
  2. Merangkai dan menguji penguatan pada suatu rangkaian amplifier
  3. Merangkai dan menguji rangkaian triangle wave generator

  2. Alat dan Bahan  [kembali]

  1. Panel rangkaian op-amp
  2. Modul Triangle Wave Generator
  3. Osiloskop 
  4. Multimeter
  5. Functino Generator
  6. Jumper


  3. Dasar Teori [kembali]
      
Operational Amplifier

Operational Amplifier atau yang di singkat op-amp merupakan salah satu komponen analog yang sering digunakan dalam berbagai aplikasi rangkaian elektronika.Aplikasi op-amp yang paling sering dipakai antara lain adalah rangkaian inverter, non-inverter, buffer, adder (penjumlah),  integrator    dan differensiator.


1. Rangkaiaan Inverting

Rangkaian penguat inverting merupakan rangkaiaan elektronika yang berfungsi untuk memperkuat dan membalik polaritas sinyal masukan. Jadi, ada tanda minus pada rumus penguatannya. Penguatan inverting amplier adalah bisa lebih kecil nilai besaran dari 1. Sebuah penguat pembalik menggunakan umpan balik negatif untuk membalik dan menguatkan sebuah tegangan.


Resistor Rf melewatkan sebagian sinyal keluaran kembali ke masukan. Karena keluaran tak sefase sebesar 180 derajat, maka nilai keluaran tersebut secara efektif mengurangi besar masukan. Rumus dan rangkaiaan inverting dideskripsikan sebagai berikut :

2. Rangkaiaan Non-Inverting

Penguat non-inverting amplier merupakan kebalikan dari penguat inverting, dimana input dimasukkan pada input non-inverting sehingga polaritas output akan sama dengan polaritas input tapi memiliki penguatan yang tergantung dari besarnya hambatan feedback dan hambatan input. Penguat ini memiliki masukan yang dibuat melalui input non-inverting. Dengan demikian tegangan keluaran rangkaian ini akan satu fasa dengan tegangan inputnya. Rumus dan rangkaiaan non-inverting dideskripsikan sebagai berikut:


Triangle Wave Generator

Triangle Wave Generator atau Pembangkit Gelombang Segitiga umumnya terdiri dari 2 bagian utama. Bagian utama tersebut adalah rangkaian Non-Inverting schmitt triger oleh A1 dan rangkaian integrator yang dibangun oleh A2. Output rangkaian NonInverting schmitt triger pada Triangle Wave Generator atau Pembangkit Gelombang Segitiga ini berupa gelombang kotak yang digunakan untuk driver rangkaian integratorA2.

Rangkaian integrator yang diberi input gelombang kotak akan memberikan output berupa gelombang segitiga dan digunakan untuk umpan balik (feedback ke rangkaian Non-Inverting schmitt triger A1 pada rangkaian Triangular Wave Generator atau Pembangkit Gelombang Segitiga ini sehingga rangkaian NonInverting schmitt triger A1 akan memberikan input ke integrator lagi dan hal ini berulang terus
Category :

Rabu, 03 April 2019

Laporan Akhir Modul 3 Percobaan 2

Written by Praktikum Elektronika Digital   April 03, 2019

Laporan Akhir Modul 3 Percobaan 2

[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA]

DAFTAR ISI


1. Jurnal
2. Hardware
3. Video Praktikum
4. Analisa
5. Link Download
Percobaan 2 Rangkaian Clipper (dengan Konfigurasi parallel)


1.Jurnal [kembali]



2.Hardware [kembali]



3.Video Praktikum [kembali]





4.Analisa [kembali]

a. Kegunaan Baterai Pada Rangkaian
     Pada rangkaian ini komponen utama yang digunakan adalah dioda dan baterai, dimana rangkaian dalam percobaan  adalah rangkaian clipper parallel. Dalam Rangkaian clipper parallel, komponen dioda dan baterai diserikan lalu disusun parallel dengan beban berupa RL. Baterai berfungsi untuk memberikan batas level pemotongan sinyal , dimana pemotongan sinyal didapatkan dari penjumlahan tegangan dari baterai dan  tegangan dioda ( untuk Si 0,7 V dan Ge 0,3 V).

b. Prinsip Kerja dari Clipper Pemotong Bawah
    Rangkaian clipper parallel negatif berfungsi untuk memotong sinyal pada gelombang negatif dengan level tertentu. Saat alternator mengeluarkan gelombang positif maka arus akan melewati R dan menemui percabangan dioda dengan RL, disaat itu arus sepenuhnya mengalir ke RL karena dioda reverse bias (bersifat open circuit) sehingga untuk gelombang positif tidak mengalami pemotongan.
Saat alternator mengeluarkan gelombang negatif arus akan mengalir seluruhnya menuju baterai Vb ,lalu ke anoda dan kembali ke sumber. Clipper atau pemotongan terjadi pada saat arus mengalir seluruhnya ke dioda yang forward bias( bersifat short circuit) dimana tegangan pada dioda dan baterai yang diserikan akan sama dengan RL karena mereka parallel. Sinyal terpotong karena tegangan dari baterai ditambah tegangan dioda lebih kecil dari sumber(alternator) sehingga sinyal negatif memiliki nilai minimum yang  kecil yaitu 4,1 V dibanding nilai seharusnya yaitu 17 V.

5.Link Download[kembali]
A. Video Praktikum     Download

B. HTML                        Download
Category :

Laporan Akhir Modul 3 Percobaan 4

Written by Praktikum Elektronika Digital   April 03, 2019

Laporan Akhir Modul 3 Percobaan 4

[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA]

DAFTAR ISI


1. Jurnal
2. Hardware
3. Video Praktikum
4. Analisa
5. Link Download
Percobaan 4 Menentukan Kaki-Kaki Transistor Dengan Ohmmeter


1.Jurnal [kembali]




2.Hardware [kembali]


3.Video Praktikum [kembali]





4.Analisa [kembali]

a. Analisa kaki-kaki dari transistor dan jenis dari transistor
     Pada percobaan ini kita  menentukan kaki-kaki resistor menggunakan ohmmeter. Pada pengukuran ditentukan terlebih dahulu kaki 1 , 2 dan 3 untuk mempermudah menganalisanya. Dalam percobaan terdapat 6 kondisi, namun hanya 2 kondisi yang menunjukkan hasil pengukuran dan selebihnya overload. Pada kondisi 4 probe (+) dihubungkan ke kaki 2 dan probe (-) ke kaki 1 dimana hasil pengukuran menunjukkan resistansi sebesar 39,85M ohm. Pada kondisi 6 probe (+) dihubungkan ke kaki 2 dan probe (-) ke kaki 3 dimana hasil pengukuran menunjukkan resistansi sebesar 38,70M ohm.
   Selain dari kondisi 4 dan 6 hasil pengukuran menunjukkan overload dimana ini menandakan transistor yang digunakan dalam percobaan adalah transistor jenis NPN karena  pada transistor NPN arus akan mengalir (transistor aktif) saat  basis dihubungkan dengan muatan positif sehingga kaki 2 adalah terminal basis.Setelah transistor aktif, arus akan mengalir dari kolektor ke emitor. Artinya arus mengalir dari kaki yang memiliki resistansi tinggi ke resistansi yang lebih rendah. Dari hasil percobaan, kaki 1 memiliki nilai resistansi yang lebih tinggi dari pada kaki 3. jadi dapat dikatakan bahwa kaki 1 adalah kolektor, kaki 2 basis dan kaki 3 emitor.
      

5.Link Download[kembali]
A. Video Praktikum     Download

B. HTML                        Download
Category :

Senin, 01 April 2019

Tugas Pendahuluan Modul 3

Written by Praktikum Elektronika Digital   April 01, 2019

[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA]

DAFTAR ISI
1. Kondisi
2. Gambar Rangkaian Simulasi
3. Video Simulasi
4. Prinsip Kerja Rangkaian
5. Link Download




1. Kondisi [Kembali]

Kondisi yang digunakan pada tugas pendahuluan ini adalah percobaan 2 kondisi 11 :
Dengan rangkaian yang sama, ganti sumber 12V dengan sumber 22V, lalu amati sinyal keluarannya pada kedua ujung kaki resistor 100K Ohm dengan menggunakan osiloskop.

2.Gambar Rangkaian Simulasi [Kembali]






3. Video Simulasi [Kembali]



4. Prinsip Kerja Rangkaian [Kembali]

   Pada Rangkaian tersebut merupakan rangkaian clipper paralel positif. Rangkaian clipper ( pemotong ) adalah rangakaian yang berfungsi untuk memotong atau menghilangkan sebagian sinyal masukan yang berada di bawah atau di atas level tertentu. Contoh sederhana dari rangkaian clipper adalah penyearah setengah gelombang. Rangkaian ini memotong atau menghilangkan sebagian sinyal masukan di atas atau di bawah level nol. Pada rangkaian ini menggunakan masukan berupa tegangn sinusoidal menggunakan sumber berupa tegangan sinus yang memiliki polaritas positif dan polaritas negatif.
    Dioda merupakan komponen elektronika yang berfungsi sebagai penyearah gelombang. Dioda terdiri dari semikonduktor tipe p, dan tipe p ini terdapat banyak hole, dan di tipe n ini banyak elektronnya. Saat arus positif yang masuk ke anoda, negatif akan masuk ke katoda, maka hole dan elektron dimasing-masing tempat akan semakin banyak, dan ikatan yang ada di deplesion layer semakin menipis, sehingga terlewatkan lah arus tersebut.
    Rangkaian ini dikatakan rangkaian clipper paralel positif karena Dioda dan baterai sebagai rangkaian utama clipper dipasang secara paralel  dengan jalur output rangkaian yaitu resistor dan osiloskop serta output rangkaiannya paralel dengan anoda dioda, maka bagian negatif dari sinyal input akan dilewatkan, dan bagian positif akan dipotong. Saat setengah gelombang positif pertama arus akan mengalir melalui R1 dimana arus menemui percabangan antara R2 dengan dioda ,maka pada saat itu arus semuanya mengalir ke dioda yang terpasang forward bias(bersifat Short circuit) dan melalui baterai dan kembali ke sumber. Pemotongan sinyal terjadi saat arusnya positif dimana tegangan pada dioda serta baterai dijumlah dan hasilnya paralel dengan output rangkaian yaitu dengan resistor yang kakinya dipasang osiloskop. Baterai dalam rangkaian cliper ini berfungsi untuk batas pemotongan atau level clipping dan Besarnya clipping atau pemotongan sinyal adalah tegangan batrai + tegangan dioda (0,7 untuk Si, 0,3 untuk Ge atau Vz bila menggunakan dioda zener). Pada saat arus negatif arus semuanya akan mengalir ke R2 karena disana diodanya reverse bias (bersifat open circuit) sehingga sinyalnya tetap dan tidak terjadi pemotongan.

5. Link Download [Kembali] 

File HTML - Download

File Rangkaian Simulasi - Download

Video Simulasi Rangkaian - Download

Category :

Modul 3 Praktikum ESD

Written by Praktikum Elektronika Digital   April 01, 2019

Modul 3 Elektronika dan Sistem Digital



[KEMBALI KE HALAMAN AWAL]
DAFTAR ISI
1. Tujuan
2. Alat Dan Bahan
3. Dasar Teori
4. Percobaan

Percobaan
A. Tugas Pendahuluan
B. Laporan Akhir (Percobaan 2 )
C. Laporan Akhir (Percobaan 4 )



Modul 3

KARAKTERISTIK DIODA & TRANSISTOR


  1. Tujuan  [kembali]


  1. Merangkai dan menguji rangkaian diode pengubah bentuk gelombang (Rangkaian Clipper)
  2. Merangkai dan menguji rangkaian diode pengubah posisi vertical gelombang (Rangkain Clamper)
  3. Merangkai dan menguji hubungan arus transistor terhadap hambatan

  2. Alat dan Bahan  [kembali]

  1. Power supply
  2. Modul Diode
  3. Modul transistor
  4. Multimeter
  5. Jumper


  3. Dasar Teori [kembali]
      
Dioda
Diode merupakan piranti elektronika yang terbentuk dari suatu penyambung material semikuonduktor tipe-p dan tipe-n. bagian –p (the pside) disebut anoda dan bagian –n disebut katoda.

Disekitar sambungan p-n terdapat daerah deplesi yang menyebabkan electron bebas tidak dapat mengalir bila diode belum dapat tegangan panjar maju (forward biased) yang besarnya melebihi suatu nilai tertentu yang disebut nilai tertentu yang disebut tegangan ambang, tegangan penghalang, atau tegangan diode (VD). Tegangan ini besarnya (secara aproksimasi kedua) adalah sekitar 0,7V (untuk silicon, Si) dan 0,3V (untuk Germanium,Ge). Pada saat dipanjar maju, resistansi diode menjadi kecil (disebut resistansi panjar maju,RF) dan ketika dipanjar mundur (reserve biased) resistansinya menjadi besar (disebut resistansi panjar mundur, RR).


Beberapa tipe diode sengaja dirancang untuk bekerja dalam modus panjar maju (contoh : diode penyearah, LED) sementara beberapa tipe lainnya bekerja dalam modus panjar mundur (contoh : diode zener, fotodioda).



Berikut adalah metode yang digunakan untuk mempelajari rangkaian-rangkaian diode yaitu :

a. Clipper
Rangkaian clipper (pemotong) atau disebut juga rangkain limiter (pembatas) adalah rangkaian diode yang digunakan untuk memotong atau membatasi sebagian bentuk gelombang masukan dan mentransmisikannya pada level diatas atau dibawah level acuan. Level acuan ini bergantung pada nilai tegangan panjar (biased) yang diberikan.



b. Clamper

Rangkaian Clamper adalah rangkaian diode yang berfungsi “menjepit” atau menggeser sinyal pada suatu level tegangan dc tertentu. Rangkaian ini terdiri dari sebuah diode,kapasitor dan elemen resistif. Besar nilai R dan C haruslah dipilih sedemikian sehingga konstanta waktu RC cukup besar untuk menjamin bahwa tegangan pada kapasitor tidak turun secara signifikan selama diode tidak menghantarkan. Ada beberapa tipe clamper positif, clamper negative, dan clamper berpanjar.


c. Pelipat ganda tegangan

Pelipat ganda tegangan (voltage multiplier) adalah rangkaian dengan dua atau lebih diode yang menghasilkan suatu tegangan DC yang besarnya sama dengan tegangan kelipatan tegangan masukan puncak. Catu daya ini digunakan untuk piranti tegangan tinggi DC namun berarus rendah seperti CRT pada TV,Osiloskop dan Komputer.


Transistor
Transistor merupakan komponen elektronika yang terdiri dari tiga lapisan semikonduktor, diantaranya contoh NPN dan PNP. Transistor mempunyai tiga kaki yang disebut dengan Emitor (E), Basis/Base (B) dan Kolektor/collector (C).

Fungsi Transistor antara lain :
1. Sebagai penguat arus, tegangan dan daya (AC dan DC)
2. Sebagai penyearah
3. Sebagai mixer
4. Sebagai osilator
5. Sebagai switch

Transistor yang umum beredar ada beberapa macam diantaranya adalah :
1. Uni Junktion Transistor (UJT)
2. Field Effect Transistor (FET)
3. MOSFET
4. Bipolar Junction Transistor (BJT)
Category :
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Popular Posts

  • Laporan Akhir Modul 2 Percobaan 1
    Laporan Akhir Modul 2 Percobaan 1 [KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Jurnal 2. Hardware 3. Video Prakti...
  • Kuis
      Kuis 1.Kipas Angin Otomatis dengan Optocoupler Sensor dan MQ-5 Sensor Saran dan Perbaikan : 1.  Ubah nilai R1, R2, dan R3 menjadi 10k ohm ...
  • Laporan Akhir Modul 2 Percobaan 5
    Laporan Akhir Modul 2 Percobaan 5 [KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Jurnal 2. Hardware 3. Video Pr...
  • Modul 4 Project Demo
    MODUL4 PROJECT DEMO JUDUL ROBOT PENGHINDAR KENDALA ATAU RINTANGAN DAN LUBANG MENGGUNAKAN SENSOR ULTRASONIK DAN INFRARED  [KEMB...
  • KOMPUTASI EVOLUSI BAB 1
      KOMPUTASI EVOLUSI  (EVOLUTIONARY COMPUTATION)   1. PENDAHULUAN   Teori evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin pada tahun 1859 secara...
  • Tugas Besar Pribadi
    Pendeteksi Asap dan Api dengan Flame Sensor dan  Sensor Gas MQ6 (Alat Pengaman Ruangan) [KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR I...
  • Laporan Akhir Modul 1 Percobaan 1
    Laporan Akhir Modul 1 Percobaan 1 [KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Jurnal 2. Hardware 3. Video Praktiku...
  • Laporan Akhir Modul 1 Percobaan 2
    Laporan Akhir Modul 1 Percobaan 2 [KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Jurnal 2. Hardware 3. Video Prakti...
  • Sensor Mic dan Speaker
    SENSOR FISIKA   Sensor Mic Dan Speaker [KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. TUJUAN 2. DAFTAR KOMPONEN 3. LANDASA...
  • Soal Multiple Choice
      Soal multiple choice 1. Sensor REED merupakan jenis sensor : A. Sensor mekanis b. Sensor optic c. Sensor fisika d. Sensor kimia   2. Senso...

Category

  • Elektronika
  • Sensor

Archives

  • ►  2021 (6)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2020 (11)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (6)
  • ▼  2019 (36)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  September (11)
    • ►  Agustus (2)
    • ▼  April (8)
      • Laporan Akhir Modul 4 Percobaan 2
      • Laporan Akhir Modul 4 Percobaan 1
      • Tugas Pendahuluan Modul 4
      • Modul 4 Praktikum ESD
      • Laporan Akhir Modul 3 Percobaan 2
      • Laporan Akhir Modul 3 Percobaan 4
      • Tugas Pendahuluan Modul 3
      • Modul 3 Praktikum ESD
    • ►  Februari (8)
  • ►  2018 (10)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (4)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (4)
© Copyright 2018 BLOG KULIAH. WP Theme converted by Bloggertheme9 - Artworkdesign. - Artworkdesign. Powered by Blogger.