3.Flowchart [Kembali]
4. List Program [Kembali]
byte pot = A0; //Deklarasi pin A0 untuk potensiometer
byte motor = 9; //Deklarasi pin 9 untuk motor
int nilai; //Deklarasi variabel nilai
int output; //Deklarasi variabel output
void setup() { //Semua kode dalam fungsi ini dieksekusi sekali
pinMode(motor, OUTPUT); //Deklarasi motor sebagai OUTPUT
Serial.begin(9600); //Set baud rate 9600
}
void loop() { //Semua kode dalam fungsi ini dieksekusi berulang nilai =
analogRead(pot); //Membaca nilai potensiometer
output = map(nilai, 0, 1023, 0, 255);
analogWrite(motor, output);
Serial.print("potensiometer: ");
Serial.print(nilai);
Serial.print(" ");
Serial.print("output: ");
Serial.print(output);
delay(2);
}
byte pot = A0; //Deklarasi pin A0 untuk potensiometer
byte motor = 9; //Deklarasi pin 9 untuk motor
int nilai; //Deklarasi variabel nilai
int output; //Deklarasi variabel output
void setup() { //Semua kode dalam fungsi ini dieksekusi sekali
pinMode(motor, OUTPUT); //Deklarasi motor sebagai OUTPUT
Serial.begin(9600); //Set baud rate 9600
}
void loop() { //Semua kode dalam fungsi ini dieksekusi berulang nilai =
analogRead(pot); //Membaca nilai potensiometer
output = map(nilai, 0, 1023, 0, 255);
analogWrite(motor, output);
Serial.print("potensiometer: ");
Serial.print(nilai);
Serial.print(" ");
Serial.print("output: ");
Serial.print(output);
delay(2);
}
byte motor = 9; //Deklarasi pin 9 untuk motor
int nilai; //Deklarasi variabel nilai
int output; //Deklarasi variabel output
void setup() { //Semua kode dalam fungsi ini dieksekusi sekali
pinMode(motor, OUTPUT); //Deklarasi motor sebagai OUTPUT
Serial.begin(9600); //Set baud rate 9600
}
void loop() { //Semua kode dalam fungsi ini dieksekusi berulang nilai =
analogRead(pot); //Membaca nilai potensiometer
output = map(nilai, 0, 1023, 0, 255);
analogWrite(motor, output);
Serial.print("potensiometer: ");
Serial.print(nilai);
Serial.print(" ");
Serial.print("output: ");
Serial.print(output);
delay(2);
}
5. Video Simulasi [Kembali]
6. Analisa [Kembali]
Pada percobaan 3 program yang dipakai bertujuan untuk dapat mengatur kecepatan putar dari motor DC dengan memanfaatkan potensiometer dalam rangkaiannya. Pada percobaan ini potensiometer akan dihubungkan ke pin A0 pada Arduino untuk memberikan sinyal analog, lalu pin 9 akan dihubungkan ke motor DC. Dalam rangkaian ini Arduino akan berfungsi sebagai Analog Digital Converter (ADC) karena besaran analog dihasilkan oleh potensiometer dan akan diubah dalam bentuk digital sehingga dapat menghidupkan motor DC. Untuk Dapat mengatur kecepatan putar motor DC ini dimanfaatkanlah PWM yaitu mengubah lebar pulsa. Pada Arduino rentang nilai digitalnya dari 0-1023 dan retang untuk PWMnya dari 0-255 sehingga besaran yang akan terbaca saat program dijalankan adalah kedua rentang nilai tsb. Potensiometer akan diputar untuk mengubah tahanannya lalu memberikan rentang nilai 0- 1023 ke dalam Arduino dan outputnya akan keluar dari rentang nilai 0-255, rentang nilai inilah yang akan mempengaruhi kecepatan putar dari motor DC. Jika potensiometer diputar mendekati tahanan 0 maka rentang nilai output yang akan keluar juga akan mendekati 0 sehingga motor tidak berputar sedangkan ketika potensiometer diputar ke arah sebaliknya yaitu dengan tahanan terbesar maka motor akan berputar cepat .
7. Link Download [Kembali]
File HTML - DownloadFile Program Arduino - Download
Video Simulasi Rangkaian - Download




Tidak ada komentar: